Mempelajari dan Menilai Hidup dari Cara Kita Menjalaninya


terkadang kita selalu menyalahkan orang lain karena apa yg mereka lakukan berdampak kurang baik utnutk kita.. kadang, disaat sedang santai datang pengamen yg bernyanyi keras + fals di depan pintu rumah kita, dengan marah mungkin kita memberikan uang receh kepadanya, dalam hati berkata”kenapa dia bernyanyi keras, g tau orang lagi pengen sunyi apa”. klo kita melihat dari sisi yg berbeda, kenapa dia meynyanyi sekencang itu, mungkin karena pintu rumah kita tertutup sehingga dia mau didengar…

itu salah satu contoh simple yg sering kita temui. dalam hal percintaan, sering kita menyalahkan pasangan kita yg acuh, cuek, menyebalkan, dll.. padahal, jika mengintrospeksi diri sendiri, kita pasti akan temukan faktor dari diri kita yg membuat pasangan kita menjadi seperti itu, mungkin karena kita terlalu sibuk, sehingga jarang bertemu..

bisa dibilang, kehidupan di sekitar kita adalah cermin dari diri kita ato cermin dari apa yg kita lakukan.

9 Tanggapan to “Mempelajari dan Menilai Hidup dari Cara Kita Menjalaninya”

  1. ketika saya kecil, saya berkelahi dengan salah seorang kakak saya. saya memukulnya hingga menangis… datanglah ayah saya dan memukuli saya dan beliau berkata “apakah terasa sakit pukulan ini” jawabku “ya”, “jika terasa sakit maka jangan kau memukuli orang lain” kata ayahku sambil pergi meninggalkanku

    jika ingin diperhatikan maka jangan henti2nya beri perhatian kepada orang lain, tetapi jika ingin disakiti maka jangan henti2nya kau menyakiti orang lain.

  2. ketika kita menyesali perbuatan yang tlah terjadi, sepertinya ingin memutar kembali waktu yang tlah berjalan. ingin memperbaiki semua kesalahan yang terjadi tetapi semua itu tidak mungkin.
    cerita ini terjadi beberapa tahun yang lalu, ketika saya harus menerima kenyataan. bagaikan buah simalakama, dimakan mati tidak dimakanpun mati. saya mulai berfikir untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini dan jawabannya adalah harus saya jalani walau harus mengorbankan separuh dari masa muda saya.

    tidaklah pantas jika lari dari suatu masalah, (MASALAH ITU BOLEH DILUPAKAN SEJENAK TAPI TIDAK UNTUK PERGI MENINGGALKANNYA). (SEMAKIN JAUH KITA MENINGGALKAN MASALAH MAKA SEMAKIN DEKAT PERMASALAHAN MENGHAMPIRI KITA).

    hari demi hari saya jalani, ternyata saya mampu untuk hadapi semua itu. ketika saya terlepas dari segala permasalahan, hadir di dalam benak tentang makna dari kehidupan dan ku sadari ternyata PERMASALAHAN YANG KITA HADAPI ADALAH BAGIAN DARI PENDEWASAAN DIRI. tinggal waktu yang menjwab semuanya.

    dari semua itu aku simpulkan hidup pada suatu MOTTO
    “JANGANLAH KAU SESALI APA YANG TERJADI TETAPI SESALILAH APA YANG AKAN TERJADI) chae,2005.

    itulah ringkasan dari kehidupan saya… semoga dapat menjadi motivator untuk yang punya blog.

    tanks mas syarif atas kesempatan yang diberikan untuk saya.

  3. thanks bro … infonya, mau artikel -artikel terbaru silahkan kunjungi kami http://budiantobjm.wordpress.com/

  4. ketika wanita bertanya padamu, apakah kamu memilih wanita yang matre atau yang suka selingkuh? mana yang harus kamu pilih bro…

    • hmmm, harus memilih ya, sebenarnya sama saja.. cwek yg matre itu ujung2nya pasti akan selingkuh juga.. dan cwek yg selingkuh pada umumnya karena uang..
      tapi klo harus memilih, ya sy pilih cwek matre, supaya sy juga punya motivasi untuk mencari uang sebanyak2nya.. heehhhehe

  5. C e b o L Says:

    bro pada dasarnya wanita itu emang matre… jadi klu saya memilih ya saya pilih pada wanita matre, gak apa2 dia habisin duit saya dari pada dia harus berselingkuh…

  6. Menarik. Bahwa hidup memang tidak harus egosentris. Bukan tidak mungkin ada banyak yang tidak kita tau pada peristiwa dan diri orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: