Rantai Kehidupan


Malam ini, saya mendapatkan suatu pandangan baru mengenai hidup.. saya sangat tertarik dengan apa yang di katakan oleh salah satu sahabat saya mengenai kehidupan. kita hidup ini bukan untuk bagaimana kita memilih peran dalam kehidupan, tetapi bagaimana kita menjalani peran yg sudah kita main kan. kadang kita berfikir bahwa sebagian orang sangat beruntung dengan kebidupan yang mereka jalani, kadang kita menilai bahwa kehidupan seseorang itu sangat meyedihkan, sehingga kita selalu ingin sesuatu yg baik menurut pandangan kita terhadap orang lain, padahal, kita hidup didunia ini dudah mendapatkan peran masing-masing, boleh saja kita menilai kehidupan beberapa orang itu menyedihkan, padahal menurut dia justru sebaliknya.

kehidupan ini bagai suatu rantai makanan. yang mana setiap bagian memiliki peranan yang penting bagi kehidupan sekitarnya. contoh saja di pertanian, tanpa ada ular yang memakan tikus, sawah tidak akan tumbuh dengan baik, tanpa ada elang yang memakan ular, sawah pun tidak akan tumbuh dengan baik. sehingga semua itu saling berhubungan untuk membentuk suatu kehidupan yg sempurna.
terkadang kita berada di lingkungan dimana kita merasa tidak cocok, seperti sedang ngumpul dan ngobrol dimana teman2 yang lain membicarakan sesuatu yang bukan kegiatan atau hobby kita, sehingga kita jadi merasa tidak cocok dengan perkumpulan ini. bila kita membuka pikiran lelbih luas lagi, maka akan kita lihat bahwa jika semua orang membicaran hal yang sama maka tak ada orang yang akan mendengarkan, maka peran kita di lingkungan itu adalah sebagai pendengar, dan itu adalah sebuah peran yang harus kita jalani.

Intinya, bukan bagaimana kita memilih peran yang akan dijalani, tetapi bagaimana kita menjalani peran yang sudah kita miliki.
Boleh dibilang, kita harus mengoptimalkan peran yang sudah kita jalani ini, karena masing-masing peran adalah bagian dari puzzle kehidupan yang akan membentuk suatu kehidupan yang sempurna.

Maka jangan lah kita selalu merasa bahwa orang lain memiliki kehidupan yang lebih baik dari kita. bukalah pikiran dan optimalkan apa yang sudah kita miliki.

4 Tanggapan to “Rantai Kehidupan”

  1. saya sangat setuju dengan tulisan ini karena kebagian dan kesengan itu relatif. kehidupan bukan sebuah pertunjukan drama yang ceritanya telah tersirat dalam skenario.

    ada titipan dari leluhur yang mengatakan “syukurilah apa yang kita miliki, jaga apa yang kita milikidan pelihara apa yang kita miliki”.

    dan ada catatan sedikit dari (dodie magis, cht, 2008) “jangan menggunakan kata negatif pada sesuatu hal yang bersifat positif”

    dan ingat “berkata-katalah dengan baik karena perkataan kita adalah sebuah doa”

    semoga bermanfaat

  2. Maka jangan lah kita selalu merasa bahwa orang lain memiliki kehidupan yang lebih baik dari kita. bukalah pikiran dan optimalkan apa yang sudah kita miliki.
    (kutipan alinea terakhir)

    tapi apakah kita pernah merasa bahwa kehidupan kita lebih baik dari pada orang lain? kepada fakir, yatim piatu dll… berilah sedikit kebaik kita untuk mereka..

  3. Setuju..
    Tidak ada yang berdiri sendiri dalam kehidupan. Bahkan kehidupan itu juga tidak sendiri.

    Salam kenal.
    Boleh tukeran link ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: