Konflik Israel-Palestina


Serangan Israel sudah memakan korban lebih dari 1.200 orang, yang hampir semua korban tersebut adalah warga sipil yaitu anak-anak dan wanita. Namun Israel terus muluncurkan roket-roketnya ke daerah Palestina, baik melalui serangan darat, laut maupun udara. Israel mengatakan bahwa Hamas adalah rezim teroris, karena telah meluncurkan roket-roket ke daerah Israel. Pada kenyataannya serangan Hamas itu merupakan pembelaan diri atas pendudukan militer dan penjajahan Israel terhadap Palestina.

Berbagai seruan memprotes dan mengecam tindakan Israel muncul hampir diseluruh daerah di muka bumi ini. Indonesia sendiri melalui juru bicara Departemen Luar Negeri, mengecam keras serangan Israel ke wilayah Gaza dan mendesak PBB melakukan sidang darurat, karena serangan itu dinilai berlebihan dan tidak proporsional. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mendesak Hamas agar memperpanjang genjatan senjata dengan Israel.

Tekanan dari dunia internasional yang mengecam serangan Israel, mungkin membawa sedikit hasil. Israel mulai mempertimbangkan genjatan senjata dengan Palestina, dengan langkah awal yaitu Israel akan menghentikan serangan selama 3 jam setiap harinya untuk memberi kesempatan kepada bantuan kemanusian agar masik ke Gaza. Hamas pun menerima langkah Israel itu. Usulan genjatan senjata yang diajukan oleh Prancis dan Mesir, sepertinya sudah mendapat tanggapan positif dari kedua pihak.  Duta besar Israel untuk PBB Gabriala Salev menyatakan akan mempertimbangkan genjatan senjata itu dengan sangat-sangat serius. Dari pihak palestina, delegasi kelompok Hamas sudah menemui presiden Mesir untuk membahas proposal tersebut.

Disisi lain, walapun PBB sudah menghimbau agar kekerasan di Gaza dihentikan, namun PBB sepertinya tidak bertindak apa-apa. Hingga akhirnya sekolah-sekolah tempat penampungan pengungsi yang berbendera PBB pun di hantam roket-roket Israel dan menewaskan sekitar 40 orang warga sipil.

Kejahatan terhadap kemanusiaan, itulah yang sedang terjadi di Gaza. Hampir seluruh korban kekerasan Israel di Gaza merupakan warga sipil yang tidak berdosa. Teroris yang sebenarnya adalah Israel, tanpa pandang bulu sudah membumi hanguskan palestina.

Israel dalam serangannya ke Palestina berdalih demi mengantisipasi serangan kelompok Hamas. Akan tetapi, secara akal sehat interpretasi dari kata antisipasi bermakna defensif (bertahan). Antisipasi tidak dilakukan dengan cara membombardir wilayah Palestina dengan Roket dan mempersiapkan lebih dari 600.000 tentara untuk invasi darat. Ini sama sekali bukan langkah antisipasi, melainkan ini adalah langkah agresi. Dalih antisipasi yang kemudian dilontarkan Israel hanya untuk memenangkan opini dunia agar melegitimasi serangannya saja. Kalau pun Israel tetap konsisten dengan steatmen awal untuk mengantisipasi serangan kelompok Hamas maka isreal telah mengehentikan serangannya saat kabar meninggalnya petinggi Hamas dalam serangan udara pada tanggal 1 januari 2009 lalu. Akan tetapi itu tidak terjadi, malah Israel lebih memilih untuk menambah jumlah pasukannya dan tetap menyerang sampai saat ini.

Yang lebih anehnya lagi, demonstrasi yang mengutuk serangan membabibuta Israel ke Palestina hanya muncul dari kalangan Negara dunia ketiga dan Negara-negara arab saja. Di wilayah Negara dunia pertama, demonstrasi ini muncul dari kalangan rakyat biasa. Respon para petinggi Negara dunia pertama terhadap masalah ini sangat dingin dan seakan-akan serangan ini tidak termasuk dalam kasus yang layak untuk diperbincangkan. Bukankah dengan serangan ini Israel dengan terang-terangan melakukan Pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia?Dimanakah semua Negara petinggi PBB yang memiliki Hak Veto? Mangapa Amerika Serikat lebih memilih untuk bersteatmen bahwa yang salah adalah Pihak Hamas? Lalu buat apa PBB mengadakan KonfrensiDiplomatik Duta Besar Berkuasa Penuh pada tanggal 17 Juli 1998 yang melahirkan : Statuta Roma tentang Pembentukan Pengadilan Pidana Internasional.

Dalam Statuta tersebut Israel telah dengan terang-terangan melakukan tindakan yang termasuk dalam kategori yang masuk dalam yurisdiksi pengadilan pidana internasional. Sebagaimana yang tercantum dalampasal 5 ayat (1) Statuta Roma mengenai Pengadilan Pidana Internasionalyang berbunyi :

Yurisdiksi Pengadilan tebatas pada kejahatan paling serius yang menyangkut masyarakat internasional secara keseluruhan. Pengadilan mempunyai yurisdiksi sesuai dengan Statuta berkenaan dengan kejahatan-kejahatan berikut :

(a). Kejahatan genosida;

(b). Kejahatan terhadap Kemanusiaan;

(c). Kejahatan perang;

(d). Kejahatan agresi; “

Dan Dalam Pasal 7 ayat (1) yang dengan tegas menyatakan bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan adalah serangkaian perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan meluas atau sistematik yang dutujukan kepada suatu kelompok penduduk sipil, dan kelompok penduduk sipil tersebut mengtahui akan terjadinya serangan itu. Dan salah satu perbuatan yang dimaksud adalah Pembunuhan. Hal ini kemudian dipertegas pada ayat (2) huruf a bahwa “serangan yang ditujukan terhadap suatu kelompok penduduk sipil berarti serangkaian perbuatan yang mencakuppelaksanaan berganda dari perbuatan yang dimaksud dalam ayat 1 terhadap kelompok penduduk sipil, sesuai dengan atau sebagai kelanjutan dari kebijakan Negara atau organisasi untuk melakukan serangan tersebut;”. Serta dalam pasal 8 yang mengatur tentang kejahatan perang, ayat (2) huruf b point ((i) sampai (iv)).

Israel adalah Negara yang telah melakukan Kajahatan Perang dan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan dalam serangannya. Kejahatan terhadap Kemanusiaan adalah dengan terbunuhnya warga sipil sebagai akibat darei serangan yang meluas dan sistematis yang dilakukannya. Dan Kejahatan Perang dengan Pebunuhan warga sipil yang bukan merupakan pihak yang bertikai, serangan kepada objek-objek sipil (gedung pemerintahan dan rumah sakit), menutup akses perbatasan Jalur Gaza-Mesir yang dapat dijadikan sebagai jalur masuknya pengungsi dan bantuan obat-obatan, dan penghancuran rumah ibadah. Dan tentu saja dari banyaknya korban dan bangunan yang hancur tidak satupun kita melihat adanya pihak militer yang jatuh.

Beberapa waktu yang lalu, Israel pun mencegat dan menembaki kapal milik Lebanon. Kapal Lebanon itu mengangkut bantuan dari lembaga bantuan Lebanon dan Arab yang dikumpulkan oleh Palestinian National Committee Against the Siege yang bekerja sama dengan organisasi bantuan Gaza yang berbasis di Amerika Serikat Free Gaza Movement.

melihat semua kelakuan Israel itu, akhirnya jaksa pengadilan criminal internasional (ICC) memulai analisis awal terhadap dugaan tindak criminal yang dilakukan Israel terhadap Gaza.

Bandung, 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: